BAGIAN-BAGIAN GARDU INDUK
Bagian-Bagian Gardu Induk
Gardu Induk atau yang dalam bahasa inggrisnya adalah Electrical Substation merupakan sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi) tenaga listrik, atau merupakan satu kesatuan dari sistem penyaluran (transmisi). Sistem penyaluran (transmisi) sendiri merupakan sub sistem dari sistem tenaga listrik. Berarti, gardu induk merupakan sub-sub sistem dari sistem tenaga listrik. Sebagai sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi), Gardu induk mempunyai peranan penting, dalam pengoperasiannya tidak dapat dipisahkan dari sistem penyaluran (transmisi) secara keseluruhan. Gardu induk
Jenis gardu induk (GI) berdasarkan tegangannya dapat dibagi menjadi 2, yaitu Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) yang memiliki tegangan 500 kV dan Gardu Induk Tegangan Tinggi (GI/GITT) yang memiliki tegangan 150 kV dan 70 kV.
Apabila dilihat dari jenis komponen yang digunakan, secara umum antara GITET dengan GI mempunyai banyak kesamaan. Namun, perbedaan mendasarnya adalah pada GITET transformator daya yang digunakan berupa 3 buah tranformator daya masing – masing 1 fasa (bank tranformer) dan dilengkapi peralatan reaktor yang berfungsi mengkompensasikan daya rekatif jaringan. Sedangkan pada GI (150 KV, 70 KV) menggunakan Transformator daya 3 fasa dan tidak ada peralatan reaktor.
Gardu induk yang ada pada gambar dibawah ini merupakan Gardu Induk 150 kV Wonosari yang terletak di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Gardu induk tersebut menjadi titik pertemuan dari 3 jalur SUTT 150 kV, antara lain SUTT Wonosari-Pedan, SUTT Wonosari-Wonogiri, SUTT Wonosari-Solo Baru. Gardu induk ini merupakan gardu induk tipe penurun tegangan, sehingga berfungsi untuk menurunkan tegangan tinggi yang dibawa oleh saluran transmisi udara tegangan tinggi menjadi tegangan menengah dan rendah atau bisa disebut dengan tegangan distribusi.
![]() |
| Bagian-Bagian Gardu Induk |
Berikut ini adalah penjelasan singkat dari masing-masing bagian gardu induk (GI).
1. Bus Bar (Rel Daya)
Bus bar atau rel daya merupakan bagian pada gardu induk yang berfungsi sebagai titik pertemuan atau penghubung antara transformator daya, saluran udara tegangan tinggi, saluran kabel tegangan tinggi dan komponen-komponen lainnya untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik/daya listrik. Bus bar atau alur konduktor ini umumnya terbuat dari bahan tembaga yang dibentuk pipih (bar copper) maupun berongga (hollow conductor).
2. SUTT
SUTT atau Saluran Udara Tegangan Tinggi pada gardu induk berfungsi sebagai saluran transmisi listrik yang menghubungkan satu gardu induk dengan gardu induk yang lain atau dengan sumber pembangkit tenaga listrik.
3. Switchyard
Switchyard merupakan bagian dari gardu induk yang dijadikan sebagai tempat peletakan komponen utama Gardu Induk.
4. Insulator
Insulator atau isolator listrik merupakan bagian dari gardu induk yang berfungsi untuk menjaga jarak aman antara konduktor dan struktur pendukung, mencegah busur listrik atau korsleting. Isolator juga digunakan sebagai pendukung sakelar pemisah, pendukung konduktor penghubung dan penggantung rel daya (bus bar) dengan kerangka pendukung pemisah.
5. Konduktor
Konduktor merupakan bagian dari gardu induk yang berbentuk seperti kabel yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik antara SUTT dengan gardu induk dan juga menghubungkan setiap bagian-bagian yang ada pada gardu induk.
6. Bushing
Bagian ini merupakan bagian yang ada pada transformator. Bushing merupakan isolator listrik berongga yang memungkinkan konduktor listrik melewati dengan aman melalui penghalang konduktor seperti pada transformator atau circuit breaker (CB) tanpa membuat kontak listrik dengannya.
7. Konservator
Konservator merupakan salah satu bagian pada transformator daya pada gardu induk. Bagian ini umumnya terletak di sebelah ujung atas dari transformator. Konservator berbentuk seperti tabung yang didalamnya berisi minyak transformator. Fungsinya adalah untuk menjaga ekspansi atau meluapnya minyak akibat pemanasan dan sebagai saluran pengisian minyak.
8. Lightning Arrester (LA)
Lightning Arrester (LA) atau yang dalam bahasa indonesianya penangkal petir merupakan bagian pada gardu induk yang berfungsi untuk melindungi (pengaman) peralatan listrik di gardu induk dari tegangan lebih akibat terjadinya sambaran petir (lightning surge) pada kawat transmisi, maupun disebabkan oleh adanya surya hubung (switching surge). Di dalam keadaan normal (tidak terjadi gangguan), LA bersifat sebagai isolator atau tidak dapat menyalurkan arus listrik. Sedangkan, ketika terdapat gangguan yang menyebabkan LA bekerja, maka LA akan manjdi konduktif atau menyalurkan arus listrik ke bumi.
9. Spacer
Spacer merupakan komponen yang terpasang pada kabel konduktor yang ada di gardu induk. Komponen ini berfungsi untuk memisahkan kawat konduktor agar tidak beradu dan tetap stabil berada pada jarak yang diinginkan serta dapat mengurangi bunyi desis/berisik korona.
10. Relay Proteksi
Komponen ini menjadi bagian gardu induk yang memiliki kegunaan untuk memerintahkan CB melakukan pemutusan atau penghubungan pada rangkaian.
11. Tiang
Tiang yang ada pada gardu induk berfungsi sebagai penyangga dari bagian-bagian yang ada pada gardu induk, seperti bus bar, insulator, lighting arrester dan lain-lain. Bagian ini menyediakan platform yang kokoh untuk menempatkan komponen-komponen penting ini dengan aman dan terorganisir. Selain itu, beberapa tiang yang ada pada gardu induk juga dapat menjadi penanda lokasi yang membantu dalam identifikasi dan navigasi di area gardu induk. Ini dapat membantu petugas perawatan dan layanan dalam menemukan lokasi dengan cepat saat diperlukan.
12. Transformator Daya
Transformator daya atau power transformer merupakan bagian gardu induk yang berfungsi mentranformasikan daya listrik, dengan merubah besaran tegangannya, sedangkan frequensinya tetap. Tranformator daya juga berfungsi sebagai komponen pengaturan tegangan. Transformator daya umumnya dilengkapi dengan trafo pentanahan yang berfungsi untuk mendapatkan titik neutral dari trafo daya. Nama komponen ini disebut dengan Neutral Current Transformer (NCT).
13. Transformator Arus
Transformator arus atau current transformer merupakan bagian gardu induk yang memiliki fungsi sebagai peranti yang dapat memperkecil besaran arus listrik pada sistem tenaga menjadi arus untuk sistem proteksi dan pengukuran atau dapat merubah arus yang besar menjadi arus yang lebih kecil. Transformator arus ini dapat dibagi tiga menurut tipe kontruksi yaitu tipe tangki minyak, tipe cincin, tipe cor-coran cast resin.
14. Kompensator
Kompensator didalam sistem gardu induk dikenal pula alat pengubah fasa yang dipakai untuk mengatur tegangan jatuh pada saluran transmisi atau transformator, dengan mengatur daya reaktif atau dapat pula dipakai untuk menurunkan rugi daya dengan memperbaiki faktor daya. Komponen ini ada yang berputar dan ada juga yang stationer, yang berputar adalah kondensator sinkron dan kondensator asinkron, sedangkan yang stationer adalah kondensator statis atau kapasitor shunt dan reaktor shunt.
15. Circuit Breaker (CB)
Circuit Breaker (CB) atau Saklar Pemutus Tenaga (PMT) merupakan komponen pada gardu induk yang berguna untuk memutus atau menghubungkan kembali rangkaian listrik baik dalam keadaan normal atau ketika terjadi gangguan.
16. Disconnecting Switch (DS)
Disconnecting Switch (DS) Atau Saklar Pemisah (PMS)merupakan komponen pada gardu induk yang berfungsi untuk memisahkan perangkat listrik yang mengalami gangguan dengan yang tidak mengalami gangguan.
17. Potential Transformer (PT)
Bagian ini memiliki fungsi untuk merubah besaran tegangan dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau memperkecil besaran tegangan listrik pada sistem tenaga listrik,menjadi besaran tegangan untuk pengukuran dan proteksi. Selain itu, trafo potensial mengisolasi rangkaian sekunder terhadap rangkaian primer, dengan memisahkan instalasi pengukuran dan proteksi tegangan tinggi.
18. Pagar Pembatas
Bagian pada gardu induk ini berfungsi sebagai penghalang yang mengelilingi gardu induk untuk mengamankan area dan mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk ke dalam area gardu induk bertegangan tinggi.
19. Kubikel 20 kV
Bagian ini umumnya berada di bagian dalam dari ruang kontrol gardu induk. Kubikel merupakan switchgear untuk tegangan 20 kV (tegangan menengah) yang berasal dari keluaran trafo daya. Kemudian keluaran ini akan diteruskan kepada para konsumen melalui feeder (penyulang) yang dihubungkan dengan kubikel tersebut. Rangkaian pada kubikel yaitu: panel penghubung, PMT, CT, komponen proteksi dan pengukur, panel penghubung, bus section, penyulang (feeder).
Demikian blog artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas 11 mata kuliah Teknik Tenaga Listrik (TTL), terimakasih sudah mampir, semoga bermanfaat.
Nama : Tio Ahmad Purnomoaji
NIM : I0722067
Kelas : B


Komentar
Posting Komentar